Tips – Tips Membuat Kemasan Yang Tepat


Tips – Tips Membuat Kemasan Yang Tepat


Tidak Dipungkiri kemasan juga berpengaruh dalam segi promosi produk, kemasan yang unik akan menarik minat para pembeli. Mengapa demikian? Karena kemasanlah yang pertamakali dilihat oleh para pembeli oleh Karena itu di artikel ini akan dibahan untuk membuat design kemasan yang tepat untuk produk anda.
Tips – Tips nya adalah sebagai berikut :
1. Tentukan Tipe kemasan 
Tentukakanlah tipe kemasan yang cocok dan sesuai dengan produk yang anda jual. Ada berbagai tipe kemasan, seperti:botol, gelas, folding box, stand up pouch atau polybag. Tipe kemasan ditentukan oleh karakteristik produk yang akan dikemas dan bagaimana produk tersebut akan dipasarkan. Produk dalam bentuk cairan akan dikemas berbeda dibandingkan dengan produk berbentuk padat ataupun dalam bentuk bubuk. Selain itu tipe kemasan yang dijual dipasar tradisional dikemas berbeda dibandingkan dengan produk yang dijual di pasar modern. Selain itu berat produk juga menentukan tipe kemasan yang akan digunakan karena produk dengan berat produk dibawah 50 gram biasanya akan dikemas dalam bentuk saset sedangkan kemasan lebih dari 50 gram akan dikemas dalam bentuk polybag. Hal ini terkait dengan permasalahan proses pengemasan dan kondisi perilaku konsumen yang menginginkan produk dalam porsi kecil. Dipasaran produk dalam bentuk cairan akan banyak menggunakan kemasan dalam bentuk botol yang dibuat dari bahan polymer dengan tujuan kenyamanan konsumen dalam mengkonsumsi produk tersebut. Sedangkan produk produk-produk bubuk atau padatan lainnya banyak menggunakan kemasan dengan tipe polybag. Ada juga produk khusus yang menggunakan kemasan khusus seperti kemasan blister, kemasan vakum ataupun kemasan MAP (Modified Atmosphere Packaging). Seluruh tipe kemasan tersebut dirancang demi kenyamanan dan kepuasan pelanggan.

2. Menentukan Material Kemasan Produk
Setelah tipe penentuan tipe kemasan sudah dilakukan dan disetujui oleh pihak marketing langkah selanjutnya adalah menentukan jenis material kemasan yang akan digunakan. Dalam menentukan jenis material kemasan primer yang akan digunakan biasanya mengacu pada beberapa faktor yang terkait dengan kualitas produk yang akan dipasarkan. Untuk produk-produk yang akan dikonsumsi oleh konsumen, faktor yang paling dominan dalam menentukan jenis material kemasan adalah masa kadaluwarsa dari produk tersebut. Karena salah satu fungsi dari material kemasan adalah untuk memperbaiki kualitas kemasan dalam masa kadaluwarsa produk. Sedangkan untuk produk yang tidak dikonsumsi oleh konsumen faktor yang paling dominan dalam penentuan material kemasan adalah faktor estetika dan fungsi dari produk tersebut dapat terjaga dengan baik. Dalam menentukan jenis material kemasan pada tahap awal dilakukan berdasarkan pada analisa teoretis dimana pada akhirnya dilakukan evaluasi pada kondisi riil pada saat proses penyimpanan dan proses distribusi. Hasil evaluasi mencakup kualitas produk dan perubahan visual dari produk yang dikemas dengan melakukan perbandingan dari berbagai jenis material kemasan yang digunakan.

3. Design kemasan
Kemasan berfungsi tidak hanya menjaga kualitas produk selama proses penyimpanan dan proses distribusi tetapi kemasan berfungsi juga sebagai alat marketing agar konsumen dapat tertarik terhadap produk yang dipasarkan. Oleh karena itu kemasan harus mempunyai design yang menarik sehingga konsumen akan langsung mengenali suatu produk dari warna kemasan atau design kemasan yang dicetak dikemasan. Saat ini merupakan hal yang sangat lumrah bila ditemukan kemasan dengan jumlah warna design lebih dari 6 warna bahkan banyak produsen yang menginginkan produk dikemas yang dicetak dengan 7 – 9 warna. Tujuan dari design dengan banyak warna bukan hanya karena kemasan menjadi menarik akan tetapi kemasan dengan design 7- 9 warna sangat sulit untuk dipalsukan. Pemalsuan produk belakangan merupakan tema yang sedang menjadi perhatian oleh konsumen. Karena produk yang dipalsukan tidak hanya merugikan bagi produsen akan tetapi juga konsumen. Kemasan yang diinginkan oleh produsen tidak hanya memiliki design yang unik dan jenis warna yang tidak mudah dipalsukan, pada umumnya design kemasan memiliki atribut-atribut yang wajib dicetak pada kemasan untuk meningkatkan daya jual produk dan juga demi meningkatkan keamanan bagi konsumen, misalnya adanya logo Halal dan kode MD pada makanan dan minuman ataupun kode ML untuk produk makanan dan minuman yang diimport. Sedangkan produk-produk elektronik, onderdil, perlengkapan computer biasanya diberikan logo SNI sehingga konsumen dapat mengetahui sehingga konsumen dapat mengetahui kualitas barang yang dibeli sudah melalui tes pnegujian dari SNI. Pada kemasan makanan dan ditemukan juga informasi nutrisi sebagai acuan konsumen agar dapat lebih memahami kandungan yang ada didalam makanan maupun minuman. Produsen berusaha selengkap mungkin memberikan informasi mengenai kondisi penyimpanan, penanganan produk dan hal-hal lainnya yang berkaitan dengan kualitas produk itu sendiri.

4. Komposisi Material Kemasan
Pada saat ini material kemasan yang banyak mendominasi adalah material kemasan yang dibuat dari bahan polymer ataupun dari bahan kertas. Material kemasan banyak digunakan sebagai bahan kemasan yang berfungsi untuk mempermudah transportasi dan penyimpanan produk. Sedangkan material kemasan yang menggunakan bahan polymer sebagai bahan bakunya akan langsung bersentuhan produk hal ini disebabkan karena bahan polymer dari segi biaya lebih murah dan secara kualitas mempunyai sifat visual yang lebih baik dibandingkan kertas.
Pada material kemasan primer yang menggunakan polymer sabagai bahan bakunya pada umumnya terbagi atas dua material utama dengan spesifikasi yang berbeda dimana salah satu material adalah material dengan titik leleh yang tinggi (lebih dari 140 derajat Celsius) dan memiliki tegangan permukaan yang tinggi pula (lebih dari 35 dyne) sehingga material ini dapat dicetak dan dilaminasi dengan mudah. Sedangkan material lainnya adalah material perekat yang memiliki spesifikasi dengan titik leleh yang rendah ( dibawah 120 derajat Celsius) akan tetapi memiliki tegangan permukaan yang rendah (kurang dari 30 dyne). Banyak produsen menggunakan kombinasi material untuk mendapatkan kemasan yang mempunyai karakter khusus, seperti tidak tembus sinar UV, anti static ataupun karakter-karakter lainnya. Untuk kemasan makanan, minuman dan obat-obatan harus menggunakan material polymer yang ”foodgrade” yang berarti bahwa didalam material tersebut tidak mengandung bahan daur ulang dan biasanya terdapat logo sendok dan garpu.
Pada kemasan yang menggunakan kertas pada umumnya terbagi atas kertas yang menggunakan bahan baku dari daur ulang ataupun kertas yang menggunakan bahan baku dari serat pohon. Jenis kertas yang menggunakan bahan baku daur ulang biasanya digunakan carton box ataupun folding box. Sedangkan kertas yang diproduksi menggunakan serat pohon biasanya digunakan untuk mengemas makanan yang tidak memiliki masa kadaluwarsa yang cukup lama ataupun biasanya digunakan sebagai kemasan fast food yang banyak digunakan oleh perusahaan waralaba.

Jika anda membutuhkan kemasan terutama yang berbahan food grade silahkan segera hubungi kami di :
Kunjungi Web Toko Kami www.AnekaKemasan.com. Untuk Pemesanan dan Informasi Produk:

Telepon/SMS : 081281645069 (Simpati)
WA : 081281640569
BBM : D15A46CC
anekakemasan2@gmail.com
(Senin – Jum'at  09.00 – 17.00 WIB)
(Senin – Sabtu  09.00 – 14.00 WIB)
Atau melalui Facebook Page kami : Aneka Kemasan Makanan


5 24

No comments:

Post a Comment

JASA PENGIRIMAN
Pengiriman langsung dilakukan pada hari pemesanan
Copyright © 2015. Blog Aneka Kemasan Makanan Allright reserved. | Kemasan Makanan | Kemasan Produk | Kemasan Plastik