JENIS – JENIS PLASTIK

JENIS – JENIS PLASTIK

Kemasan plastik dapat berbentuk kemasan kaku maupun kemasan yang mudah dibentuk atau fleksibel. Untuk mengemas produk padat dan tidak memerlukan perlindungan khusus maka digunakan plastik yang fleksibel. Contoh produk yang dikemas menggunakan plastik fleksibel yaitu keripik, tahu, tempe dan lain-lain. Sedangkan untuk mengemas produk yang memerlukan perlindungan seperti produk yang berbentuk cair atau pasta maka digunakan plastik yang kaku namun bisa dibentuk, misalnya kemasan dalam bentuk botol, kotak atau jerigen plastik.  Kemasan plastik banyak digunakan dengan pertimbangan bahan tersebut mudah dibentuk sesuai dengan keinginan, tidak bersifat korosif (mudah berkarat), tidak memerlukan penanganan khusus. Dalam dunia perdagangan dikenal ada plastik khusus untuk mengemas bahan pangan (food grade) dan plastik untuk mengemas bahan bukan pangan (non-food grade). Oleh karena itu bila akan memilih plastik untuk mengemas bahan dan produk pangan maka harus dipilih yang food grade.
Berdasarkan ketahanan plastik terhadap perubahan suhu, maka plastik dibagi menjadi dua, yaitu:
Thermoplastik, bila plastik meleleh pada suhu tertentu, melekat mengikuti perubahan suhu, bersifat reversible (dapat kembali ke bentuk semula atau mengeras bila didinginkan).
Termoset atau termodursisabel, jenis plastik ini tidak tidak dapat mengikuti perubahan suhu (tidak reversible). Sehingga bila pengerasan telah terjadi maka bahan tidak dapat dilunakkan kembali. Pemanasan dengan suhu tinggi tidak akan melunakkan jenis plastik ini melainkan akan membentuk arang dan terurai. Karena sifat termoset yang demikian maka bahan ini banyak digunakan sebagai tutup ketel.

Jenis Dan Sifat Plastik

a. Politen atau polietilen (PE)
Pe mempunyai kekuatan sobek yang baik, memiliki ketebelan 0,001 sampai 0,1 inci, jenis ini sering digunakan sebagai pengemas makanan, karena sifatnya yang termoplastik, polietilen mudah dibuat kantung dengan kerapatan yang baik, banyak digunakan untuk mengemas buah – buahan , sayur – sayuran segar, roti, produk pangan beku dan tekstil.
b. Poliester atau Polietilen treptalat (PET)
PET banyak digunakan dalam laminasi(pelapisan), terutama untuk bagian luar suatu kemasan sehingga kemasan memiliki daya tahan yang lebih baikterhadap kikisan dan sobekan, PET banyak digunaknan untuk kemasan buah kering, makanan beku dan permen.
c. Polipropilen (PP)
Polipropilen memiliki sifat yang mirip dengan polietilen, hanya saja lebih kuat dan ringan dengan daya tembus uap yang rendah, ketahanan yang baik terhada lemak.stabil terhadap suhu tinggi dan cukup mengkilat.
d. Polistiren (PS)
Polistiren banyak digunakan untuk mengemas buah – buahan dan sayur – sayuran karena emiliki permiabilitas yang tinggi terhadap air dan gas.
e. Polivinil Khorida (PVC)
Banyak digunakan untuk mengemas menteg, margarine, dan minyak goring karena tahan akan minyak yang memiliki permeabilitas yang rendah terhadap air dan gas. PVC juga digunakan untuk mengemas perangkat keras (hardware), kosmetik, dan obat – obatan. Sifat dari pvc sendiri yaitu tembus pandang meski ada juga yang permukaan keruh, tidak mudah sobek dan memiliki kekuatan Tarik yang tinggi.
f. Poliviniliden Khorida (PVDC)
PVCD memiliki sifat permeabilitas terhadap air dan gas rendah. Sering digunakan untuk mengemas produk ternak, ham, atau produk sejenis seperti keju. Dapat di rekatkan dengan panas, tetapi tidak stabil bila dipanakan pada suhu diatas 60 derajat.
g. Selopan
Selopan ini bersifat Transparan dan sangat terang, tidak bisa direkatkan dengan panas, tidak larut dalam air maupun minyak, tidak dapat dilewati oksigen dan aroma, mudah sobek dan pada suhu dingin akan mengkerut.
h. Selulosa Asetat (CA)
Plastic ini bersifat : Sensitif terhadap air, Tidak mudah mengkerut bila dekat api, Sangat jernih, mengkilap, agak kaku dan mudah sobek, dan plastic ini tidak cocok untuk mengemas produk beku.
i. Etil Selulosa
Plastic ini memiliki sifat stabil pada suhu tinggi, tidak berwarna, tidak berbau dan berasa, tidak dapat menahan uap air maupun gas, tahan terhadap minyak dan oli, sehingga sering digunakan untuk mengemas mentega, margarine, dan minyak,
j. Metil Selulosa
Plastic jenis ini banyak digunakan untuk kapsul karna memiliki sifat tahan terhadap minyak nabati dan hewani, tidak rapuh Dallam keadaan lembab, akan larut bila terkena air.
k. Nilon Atau Polianida (PA)
Jenis ini bersifat Tidak berwarna, berbau, dan Beras, dan tidak beracun. Kedap terhadap uap air dan gas. Tahan terhadap suhu tinggi, sehingga banyak digunakan untuk kemasan yang dimasak dalam kemasan seperti nasi instan dan dapat digunakan untuk pengemas vakum.
l. Polikarbonat (PC)
Banyak digunakan untuk mengemas jus dan sari buah, bird an minuman sejenis karna sifatnya yang transparan dan tiddak berbau, sangat kuat dan tahan panas.
m. Pliofilm (Karet Hidrokhorida)
Memiliki sifat yang tahan terhadap asam, alkali, lemak dan oli. Sangat cocok untuk mengemas daging dan hasil olahannya.
n. Poliuretan
Memiliki sifat tidak berbau, tahan oksidasi dan tahan akan minyak, tekstur plastic ini sangat flexsibel.
o. Politetra Fluoroetilen (PTFE)
Sifatnya yaitu licin pada permukaannya, bila dipegang seperti ada lapisann lilin, dan dapat melekat satu sama lain. Dan tahan terhadap suhu tinggi.

Dari penjelasan diatas tentu sekarang kita tahu bukan plastic mana yang cocok untuk mengemas produk makanan anda? Jika anda masih bingung anda bisa mengonsultasikannya kepada kami Aneka Kemasan. Kami akan membantu menentukan dan membuatkan kemasan yang sesuai dengan produk anda. 


Kunjungi Web Toko Kami www.AnekaKemasan.com. Untuk Pemesanan dan Informasi Produk:

Telepon/SMS : 081281645069 (Simpati)
WA : 081281640569
BBM : D15A46CC
anekakemasan2@gmail.com
(Senin – Jum'at  09.00 – 17.00 WIB)
(Senin – Sabtu  09.00 – 14.00 WIB)
Atau melalui Facebook Page kami : Aneka Kemasan Makanan


5 24

No comments:

Post a Comment

JASA PENGIRIMAN
Pengiriman langsung dilakukan pada hari pemesanan
Copyright © 2015. Blog Aneka Kemasan Makanan Allright reserved. | Kemasan Makanan | Kemasan Produk | Kemasan Plastik